Dublin Core
Judul
ANALISIS RASIO SOLVABILITAS DAN RASIO PROFITABILITAS
DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA
PT MAYORA INDAH TBK. TAHUN 2021-2023
DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA
PT MAYORA INDAH TBK. TAHUN 2021-2023
Perihal
: Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Kinerja Keuangan
Deskripsi
ABSTRAK
Lia Novita Sari (2021110020) “Analisis Rasio Solvabilitas Dan Rasio Profitabilitas
Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Mayoran Inah Tbk Tahun 2021-
2023”. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja keuangan PT
Mayora Indah Tbk Tahun 2021-2023 menggunakan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis data
yang digunakan adalah data kuantitatif, sumber data yang digunakan adalah data
sekunder. Hasil penelitian ini selama periode 2021-2023 berdasarkan rasio
solvabilitas pada PT Mayora Indah Tbk tahun 2021 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang baik karena nilai DAR yaitu 42%, DER yaitu 75%,
LTDtER yaitu 26%, TIE yaitu 7,97%, dan FCC yaitu 6,27% yang belum memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2022 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang buruk karena dari nilai DAR yaitu 45%, DER yaitu 84%,
LTDtER yaitu 32%, TIE yaitu 4,70%, dan FCC yaitu 4,48% yang belum memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Sedang tahun 2023 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang baik karena nilai dari DAR yaitu 35%, DER yaitu 56%,
LTDtER yaitu 29%, TIE yaitu 9,01%, Fcc yaitu 10,01% yang telah memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Dapat dilihat kondisi rasio solvabilitas
tahun 2021-2023 dikatakan buruk. Hasil penelitian rasio profitabilitas pada PT
Mayora Indah Tbk tahun 2021 secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang buruk
karena nilai ROA yaitu 4%, ROE yaitu 8%, ROI yaitu 4%, NPM yaitu 7%, GPM
yaitu 27%, BEP yaitu 7%, Dan OPM yaitu 9% yang masih berada dibawah standar
industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2022 secara keseluruhan menunjukkan
kinerja yang buruk karena nilai dari ROA yaitu 3%, ROE yaitu 5%, ROI yaitu 3%,
NPM yaitu 4%, GPM yaitu 20%, BEP yaitu 3%, dan OPM yaitu 6% yang masih
berada dibawah standar industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2023 secara
keseluruhan menunjukkan kinerja yang buruk karena nilai dari ROA yaitu 5%,
ROE yaitu 8%, ROI yaitu 5%, NPM yaitu 8%, GPM yaitu 26%, BEP yaitu 6%, dan
OPM yaitu 11% yang berada dibawah standar industri yang sudah ditetapkan.
Dilihat untuk kondisi rasio profitabilitas tahun 2021-2023 diktakan buruk.
Lia Novita Sari (2021110020) “Analisis Rasio Solvabilitas Dan Rasio Profitabilitas
Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Mayoran Inah Tbk Tahun 2021-
2023”. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja keuangan PT
Mayora Indah Tbk Tahun 2021-2023 menggunakan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis data
yang digunakan adalah data kuantitatif, sumber data yang digunakan adalah data
sekunder. Hasil penelitian ini selama periode 2021-2023 berdasarkan rasio
solvabilitas pada PT Mayora Indah Tbk tahun 2021 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang baik karena nilai DAR yaitu 42%, DER yaitu 75%,
LTDtER yaitu 26%, TIE yaitu 7,97%, dan FCC yaitu 6,27% yang belum memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2022 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang buruk karena dari nilai DAR yaitu 45%, DER yaitu 84%,
LTDtER yaitu 32%, TIE yaitu 4,70%, dan FCC yaitu 4,48% yang belum memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Sedang tahun 2023 secara keseluruhan
menunjukkan kinerja yang baik karena nilai dari DAR yaitu 35%, DER yaitu 56%,
LTDtER yaitu 29%, TIE yaitu 9,01%, Fcc yaitu 10,01% yang telah memenuhi
standar industri yang sudah ditetapkan. Dapat dilihat kondisi rasio solvabilitas
tahun 2021-2023 dikatakan buruk. Hasil penelitian rasio profitabilitas pada PT
Mayora Indah Tbk tahun 2021 secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang buruk
karena nilai ROA yaitu 4%, ROE yaitu 8%, ROI yaitu 4%, NPM yaitu 7%, GPM
yaitu 27%, BEP yaitu 7%, Dan OPM yaitu 9% yang masih berada dibawah standar
industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2022 secara keseluruhan menunjukkan
kinerja yang buruk karena nilai dari ROA yaitu 3%, ROE yaitu 5%, ROI yaitu 3%,
NPM yaitu 4%, GPM yaitu 20%, BEP yaitu 3%, dan OPM yaitu 6% yang masih
berada dibawah standar industri yang sudah ditetapkan. Pada tahun 2023 secara
keseluruhan menunjukkan kinerja yang buruk karena nilai dari ROA yaitu 5%,
ROE yaitu 8%, ROI yaitu 5%, NPM yaitu 8%, GPM yaitu 26%, BEP yaitu 6%, dan
OPM yaitu 11% yang berada dibawah standar industri yang sudah ditetapkan.
Dilihat untuk kondisi rasio profitabilitas tahun 2021-2023 diktakan buruk.
Pembuat
Lia Novita Sari
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
