Dublin Core
Judul
"Analisis Kebisingan Pada Kawasan Pemukiman Sekitar Jalur Kereta Api di Kota Prabumulih dan Upaya Pengendalian"
Perihal
"Kebisingan, Kereta Api, Pemukiman, Pengendalian Kebisingan, Prabumulih"
Deskripsi
"Aktivitas transportasi kereta api merupakan salah satu sumber kebisingan
lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan
masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat kebisingan pada kawasan pemukiman sekitar jalur kereta api di
Kota Prabumulih serta memodelkan Upaya pengendalian kebisingan menggunakan
website Noise Tools. Pengukuran kebisingan dilakukan pada empat lokasi yaitu
Kelurahan Kebun Duren, Majasari, Karang Raja dan Tugu Kecil menggunakan
Sound Level Meter (SLM) berdasarkan SNI 8427:2017. Data kebisingan dianalisis
menggunakan parameter Laeq, Ls, Lm dan Lsm kemudian dibandingkan dengan
baku mutu kebisingan Kawasan pemukiman sebesar 55 dBA sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Tingkat kebisingan pada seluruh Lokasi melebihi baku mutu dengan nilai
rata-rata sebesar 75,14 dBA. Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada Lokasi
Kelurahan Tugu Kecil sebesar 84,57 dBA dan terendah pada Lokasi Kelurahan
Majasari sebesar 66,93 dBA. Upaya pengendalian dilakukan melalui pemodelan
pemasangan barrier menggunakan website Noise Tools. Hasil pemodelan
menunjukkan bahwa Tingkat kebisingan dapat diturunkan hingga rata-rata 35,82
dBA dengan reduksi kebisingan rata-rata sebesar 39,07 dBA sehingga telah
memenuhi baku mutu kawasan pemukiman. Berdasarkan hasil tersebut, pemasangan
barrier direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian kebisingan yang efektif
untuk mengurangi dampak kebisingan kereta api pada kawasan pemukiman di Kota
Prabumulih"
lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan
masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat kebisingan pada kawasan pemukiman sekitar jalur kereta api di
Kota Prabumulih serta memodelkan Upaya pengendalian kebisingan menggunakan
website Noise Tools. Pengukuran kebisingan dilakukan pada empat lokasi yaitu
Kelurahan Kebun Duren, Majasari, Karang Raja dan Tugu Kecil menggunakan
Sound Level Meter (SLM) berdasarkan SNI 8427:2017. Data kebisingan dianalisis
menggunakan parameter Laeq, Ls, Lm dan Lsm kemudian dibandingkan dengan
baku mutu kebisingan Kawasan pemukiman sebesar 55 dBA sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Tingkat kebisingan pada seluruh Lokasi melebihi baku mutu dengan nilai
rata-rata sebesar 75,14 dBA. Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada Lokasi
Kelurahan Tugu Kecil sebesar 84,57 dBA dan terendah pada Lokasi Kelurahan
Majasari sebesar 66,93 dBA. Upaya pengendalian dilakukan melalui pemodelan
pemasangan barrier menggunakan website Noise Tools. Hasil pemodelan
menunjukkan bahwa Tingkat kebisingan dapat diturunkan hingga rata-rata 35,82
dBA dengan reduksi kebisingan rata-rata sebesar 39,07 dBA sehingga telah
memenuhi baku mutu kawasan pemukiman. Berdasarkan hasil tersebut, pemasangan
barrier direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian kebisingan yang efektif
untuk mengurangi dampak kebisingan kereta api pada kawasan pemukiman di Kota
Prabumulih"
Pembuat
Abdul Rahman Gopor
Penerbit
"Universitas Prabumulih"
Tanggal
"07 Juli 2026"
Format
"Pdf"
Bahasa
"Bahasa Indonesia"
Tipe
"Text"
