Dublin Core
Judul
ANALISIS PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG
MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR (CaO) DI KPL 03 PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI WIUP PT DUTA BARA UTAMA,
KABUPATEN MUARA ENIM
MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR (CaO) DI KPL 03 PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI WIUP PT DUTA BARA UTAMA,
KABUPATEN MUARA ENIM
Perihal
Air Asam Tambang, Kapur Tohor , Pengelolaan , pH , Penambangan
Batubara.
Batubara.
Deskripsi
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis pengelolaan air asam tambang (AAT) menggunakan
kapur tohor (CaO) di Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) 03 pada penambangan
batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Duta Bara Utama,
Kabupaten Muara Enim. Aktivitas penambangan batubara sering menghasilkan
AAT dengan pH rendah (2-4) dan kandungan logam berat yang tinggi, seperti besi
(Fe) dan mangan (Mn), yang dapat merusak kualitas air dan ekosistem perairan.
Oleh karena itu, pengelolaan AAT perlu dilakukan untuk memenuhi baku mutu
lingkungan (BML) sebelum dialirkan ke badan air penerima. Proses pengelolaan
AAT di PT. Duta Bara Utama meliputi pemompaan air dari sump ke KPL 03, diikuti
dengan water treatment menggunakan tawas untuk pengendapan dan kapur tohor
untuk penetralan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH air di inlet KPL 03
berkisar antara 4,41 sampai 4,47, yang tergolong asam. Melalui metode jar test,
penambahan 0,2 gr kapur tohor per liter AAT sudah cukup untuk meningkatkan pH
dari kondisi asam 5,96 menjadi netral 6,98. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan
kapur tohor harian bervariasi tergantung pada debit air; sebagai contoh, untuk debit
400 m3/jam, diperlukan 1.200 kg kapur tohor per hari. Semakin besar debit air yang
diolah per jam, maka semakin besar pula kebutuhan kapur tohor per hari. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa pengelolaan AAT di PT. Duta Bara Utama diawali
dengan pemompaan air asam tambang yang berada di SUMP, setelah itu dialirkan
ke kolam pengendapan lumpur yang kemudian dilakukan water treatment. Jika air
sudah jernih dan pH air sudah netral, maka air sudah bisa dialirkan ke badan air
penerima, yaitu sungai.
Penelitian ini menganalisis pengelolaan air asam tambang (AAT) menggunakan
kapur tohor (CaO) di Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) 03 pada penambangan
batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Duta Bara Utama,
Kabupaten Muara Enim. Aktivitas penambangan batubara sering menghasilkan
AAT dengan pH rendah (2-4) dan kandungan logam berat yang tinggi, seperti besi
(Fe) dan mangan (Mn), yang dapat merusak kualitas air dan ekosistem perairan.
Oleh karena itu, pengelolaan AAT perlu dilakukan untuk memenuhi baku mutu
lingkungan (BML) sebelum dialirkan ke badan air penerima. Proses pengelolaan
AAT di PT. Duta Bara Utama meliputi pemompaan air dari sump ke KPL 03, diikuti
dengan water treatment menggunakan tawas untuk pengendapan dan kapur tohor
untuk penetralan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH air di inlet KPL 03
berkisar antara 4,41 sampai 4,47, yang tergolong asam. Melalui metode jar test,
penambahan 0,2 gr kapur tohor per liter AAT sudah cukup untuk meningkatkan pH
dari kondisi asam 5,96 menjadi netral 6,98. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan
kapur tohor harian bervariasi tergantung pada debit air; sebagai contoh, untuk debit
400 m3/jam, diperlukan 1.200 kg kapur tohor per hari. Semakin besar debit air yang
diolah per jam, maka semakin besar pula kebutuhan kapur tohor per hari. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa pengelolaan AAT di PT. Duta Bara Utama diawali
dengan pemompaan air asam tambang yang berada di SUMP, setelah itu dialirkan
ke kolam pengendapan lumpur yang kemudian dilakukan water treatment. Jika air
sudah jernih dan pH air sudah netral, maka air sudah bisa dialirkan ke badan air
penerima, yaitu sungai.
Pembuat
Jesica Sira Diva
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
