Dublin Core
Judul
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(K3) PADA KEGIATAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PADA
PIT 1 PT. LEMATANG COAL LESTARI (LCL), GUNUNG RAJA. MUARA ENIM
(K3) PADA KEGIATAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PADA
PIT 1 PT. LEMATANG COAL LESTARI (LCL), GUNUNG RAJA. MUARA ENIM
Perihal
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), HIRARC, overburden, pengendalian
risiko, APD, tambang terbuka.
risiko, APD, tambang terbuka.
Deskripsi
ABSTRAK
Kegiatan pengangkutan overburden merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam sistem tambang terbuka, aktivitas ini memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi karena melibatkan peralatan tambang skala besar seperti dump truck, excavator, bulldozer, dan grader. Risiko yang sering terjadi antara lain kendaraan tergelincir akibat kondisi jalan yang licin dan
berlubang, tabrakan antar unit akibat blind spot dan jarak aman yang tidak terjaga,
terperosok di area disposal, hingga paparan debu yang dapat mengganggu
kesehatan pekerja.Penelitian ini dilakukan di area hauling overburden Pit 1 PT.
Lematang Coal Lestari (LCL), Gunung Raja, Muara Enim, dengan tujuan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko menggunakan
metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC),
serta menganalisis langkah-langkah pengendalian risiko yang diterapkan oleh
perusahaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengkategorikan tingkat
risiko menjadi low, medium, high, dan extreme berdasarkan nilai likelihood
(kemungkinan) dan severity (keparahan).Tingkat risiko yang diidentifikasi
sebagian besar berada pada kategori medium sebesar 77,77% dan high sebesar
22,22%. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, perusahaan telah menerapkan
berbagai program K3, seperti perbaikan jalan hauling, penyiraman rutin untuk
mengurangi debu, pemasangan rambu-rambu dan pencahayaan tambahan, serta
inspeksi kendaraan secara berkala. Selain itu, perusahaan juga mewajibkan
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety helmet, rompi reflektor,
safety shoes, pelindung mata, baju safety, masker, jas hujan, dan sarung tangan
pelindung. Penerapan pengendalian risiko dilakukan secara menyeluruh melalui
eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan
penggunaan APD. Dengan demikian penerapan K3 di PT Lematang Coal Lestari
(LCL) telah dilaksanakan dan menjadi peran penting dalam kelancaran
operasional pengangkutan overburden.
Kegiatan pengangkutan overburden merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam sistem tambang terbuka, aktivitas ini memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi karena melibatkan peralatan tambang skala besar seperti dump truck, excavator, bulldozer, dan grader. Risiko yang sering terjadi antara lain kendaraan tergelincir akibat kondisi jalan yang licin dan
berlubang, tabrakan antar unit akibat blind spot dan jarak aman yang tidak terjaga,
terperosok di area disposal, hingga paparan debu yang dapat mengganggu
kesehatan pekerja.Penelitian ini dilakukan di area hauling overburden Pit 1 PT.
Lematang Coal Lestari (LCL), Gunung Raja, Muara Enim, dengan tujuan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko menggunakan
metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC),
serta menganalisis langkah-langkah pengendalian risiko yang diterapkan oleh
perusahaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengkategorikan tingkat
risiko menjadi low, medium, high, dan extreme berdasarkan nilai likelihood
(kemungkinan) dan severity (keparahan).Tingkat risiko yang diidentifikasi
sebagian besar berada pada kategori medium sebesar 77,77% dan high sebesar
22,22%. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, perusahaan telah menerapkan
berbagai program K3, seperti perbaikan jalan hauling, penyiraman rutin untuk
mengurangi debu, pemasangan rambu-rambu dan pencahayaan tambahan, serta
inspeksi kendaraan secara berkala. Selain itu, perusahaan juga mewajibkan
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety helmet, rompi reflektor,
safety shoes, pelindung mata, baju safety, masker, jas hujan, dan sarung tangan
pelindung. Penerapan pengendalian risiko dilakukan secara menyeluruh melalui
eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan
penggunaan APD. Dengan demikian penerapan K3 di PT Lematang Coal Lestari
(LCL) telah dilaksanakan dan menjadi peran penting dalam kelancaran
operasional pengangkutan overburden.
Pembuat
Revi Anggraini
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
