Dublin Core
Judul
EVALUASI PENILAIAN LOKASI PELEDAKAN SEBAGAI INDIKATOR PENGENDALIAN RISIKO DAN BAHAYA DI AREA PIT SUBAN JERIJI SELATAN DAN BANKO TENGAH BLOK A PT BUKIT ASAM Thk, TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN
Perihal
: Peledakan, Penilaian lokasi, Pengendalian risiko, Sistem skoring, Kaidah Teknik
Pertambangan Yang Baik, Keputusan Menteri ESDM 1827 K/30/MEM/2018,
PT Bukit Asam Tbk.
Pertambangan Yang Baik, Keputusan Menteri ESDM 1827 K/30/MEM/2018,
PT Bukit Asam Tbk.
Deskripsi
ABSTRAK
Kegiatan peledakan merupakan tahap krusial dalam penambangan batuan keras, karena
efektif dalam pembongkaran namun juga menyimpan risiko tinggi bagi keselamatan pekerja,
peralatan, dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penilaian lokasi peledakan sebagai
indikator pengendalian risiko di dua area tambang PT Bukit Asam Tbk, yaitu Pit Suban Jeriji
Selatan (SJS) dan Banko Tengah Blok A (BTA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.Metode
yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung lapangan, mencakup
penggunaan form assessment dan pengumpulan data peralatan peledakan. Evaluasi dilakukan
dengan sistem skoring, di mana total skor maksimal adalah 300 poin mengindikasikan
kondisi aman bila tercapai. Hasil menunjukkan bahwa di Pit SJS, 7 lokasi dievaluasi dan 35
% di antaranya berhasil memperoleh skor di atas 270 poin, menunjukkan area tersebut secara
keseluruhan sudah aman untuk dilaksanakan kegiatan peledakan. Sementara itu, di Pit BTA,
meskipun 65 % dari 13 lokasi memperoleh skor tinggi, terdapat 2 lokasi dengan skor hanya
mencapai 260 poin, menandakan masih perlu perhatian khusus. Permasalahan utama di Pit
SJS terbatas pada akses jalan masuk, sedangkan di Pit BTA meliputi sejumlah aspek teknis
seperti kondisi jalan dan kualitas lubang ledak. Penelitian ini juga mengacu pada Keputusan
Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Kaidah Teknik Pertambangan yang
baik, sebagai acuan penerapan standar keselamatan dalam kegiatan peledakan.
Kegiatan peledakan merupakan tahap krusial dalam penambangan batuan keras, karena
efektif dalam pembongkaran namun juga menyimpan risiko tinggi bagi keselamatan pekerja,
peralatan, dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penilaian lokasi peledakan sebagai
indikator pengendalian risiko di dua area tambang PT Bukit Asam Tbk, yaitu Pit Suban Jeriji
Selatan (SJS) dan Banko Tengah Blok A (BTA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.Metode
yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung lapangan, mencakup
penggunaan form assessment dan pengumpulan data peralatan peledakan. Evaluasi dilakukan
dengan sistem skoring, di mana total skor maksimal adalah 300 poin mengindikasikan
kondisi aman bila tercapai. Hasil menunjukkan bahwa di Pit SJS, 7 lokasi dievaluasi dan 35
% di antaranya berhasil memperoleh skor di atas 270 poin, menunjukkan area tersebut secara
keseluruhan sudah aman untuk dilaksanakan kegiatan peledakan. Sementara itu, di Pit BTA,
meskipun 65 % dari 13 lokasi memperoleh skor tinggi, terdapat 2 lokasi dengan skor hanya
mencapai 260 poin, menandakan masih perlu perhatian khusus. Permasalahan utama di Pit
SJS terbatas pada akses jalan masuk, sedangkan di Pit BTA meliputi sejumlah aspek teknis
seperti kondisi jalan dan kualitas lubang ledak. Penelitian ini juga mengacu pada Keputusan
Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Kaidah Teknik Pertambangan yang
baik, sebagai acuan penerapan standar keselamatan dalam kegiatan peledakan.
Pembuat
Bella Puteri Ramadhani
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
