Dublin Core
Judul
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT
PERENCANAAN LABA PADA KEBUN HIDROPONIK
OASE FARM
PERENCANAAN LABA PADA KEBUN HIDROPONIK
OASE FARM
Perihal
Break Even Point, Perencanaan Laba, Margin of Safety.
Deskripsi
ABSTRAK
Tasya Ananta (2025). “Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Alat
Perencanaan Laba Pada Kebun Hidroponik Oase Farm”
Kebun Hidroponik Oase Farm adalah usaha di bidang pertanian yang
memproduksi sayuran hidroponik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan
analisis break even point, perencanaan laba tahun 2025, dan untuk menentukan
margin of safety tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode
pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode
pengumpulan data dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan penjualan produk sawi dan selada pada Kebun
Hidroponik Oase Farm pada 2022-2024 telah melebihi tingkat break even point,
yaitu pada tahun 2022 yaitu untuk sawi sebesar Rp16.256.707 atau 903 unit,
untuk selada sebesar Rp6.783.492 atau 226 unit, pada tahun 2023 untuk sawi
sebesar Rp17.387.682 atau 966 unit, untuk selada sebesar Rp7.746.907 atau 258
unit, pada tahun 2024 untuk sawi sebesar Rp21.354.179 atau 1.186 unit, untuk
selada sebesar Rp8.523.251 atau 284 unit. Dari hasil tersebut Kebun Hidroponik
Oase Farm dapat melakukan perencanaan laba untuk periode 2025 dimana Kebun
Hidroponik Oase Farm harus meningkatkan penjualannya dari periode
sebelumnya. Persentase margin of safety untuk periode 2025 cukup tinggi yaitu
untuk sawi sebesar 72% dan selada sebesar 75%, hal ini menunjukkan Kebun
Hidroponik Oase Farm mampu melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan
baik dan tingkat resiko mengalami kerugian yang rendah.
Tasya Ananta (2025). “Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Alat
Perencanaan Laba Pada Kebun Hidroponik Oase Farm”
Kebun Hidroponik Oase Farm adalah usaha di bidang pertanian yang
memproduksi sayuran hidroponik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan
analisis break even point, perencanaan laba tahun 2025, dan untuk menentukan
margin of safety tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode
pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode
pengumpulan data dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan penjualan produk sawi dan selada pada Kebun
Hidroponik Oase Farm pada 2022-2024 telah melebihi tingkat break even point,
yaitu pada tahun 2022 yaitu untuk sawi sebesar Rp16.256.707 atau 903 unit,
untuk selada sebesar Rp6.783.492 atau 226 unit, pada tahun 2023 untuk sawi
sebesar Rp17.387.682 atau 966 unit, untuk selada sebesar Rp7.746.907 atau 258
unit, pada tahun 2024 untuk sawi sebesar Rp21.354.179 atau 1.186 unit, untuk
selada sebesar Rp8.523.251 atau 284 unit. Dari hasil tersebut Kebun Hidroponik
Oase Farm dapat melakukan perencanaan laba untuk periode 2025 dimana Kebun
Hidroponik Oase Farm harus meningkatkan penjualannya dari periode
sebelumnya. Persentase margin of safety untuk periode 2025 cukup tinggi yaitu
untuk sawi sebesar 72% dan selada sebesar 75%, hal ini menunjukkan Kebun
Hidroponik Oase Farm mampu melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan
baik dan tingkat resiko mengalami kerugian yang rendah.
Pembuat
Tasya Ananta
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
