Dublin Core
Judul
ANALISIS PENGGUNAAN KAPUR TOHOR (CaO) UNTUK
PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI PT LEMATANG COAL LESTARI (LCL)
GUNUNG RAJA MUARA ENIM
PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI PT LEMATANG COAL LESTARI (LCL)
GUNUNG RAJA MUARA ENIM
Perihal
Air Asam Tambang, Kapur Tohor, inlet, outlet, chemical cationic coagulant
Deskripsi
ABSTRAk
Timbulnya air asam tambang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena memiliki
dampak negatif untuk masyarakat sekitar dan terhadap lingkungan, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu dilakukan pencegahan dan
pengelolaan air asam tambang dengan cara pengendapan dan penetralan air asam
tambang dengan menggunakan Kapur Tohor dan Chemical Cationic Coagulant.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pengelolaan air asam tambang
menggunakan metode aktif yang digunakan di PT LCL. Hasil dari penelitian ini
adalah mengetahui tahapan pengelolaan air asam tambang yang dimulai dari
pemompaan AAT, pemberian chemical cationic coagulant, pengukuran pH saluran
inlet, pengapuran saluran inlet, pengecekan warna dan pH air saluran outlet jika
diperlukan, serta pengendapan, dan selanjutnya kalau pH sudah sesuai dengan baku
mutu lingkungan air asam tambang bisa dialirkan ke badan air penerima Sungai
Penimur. Dosis kapur tohor dan Chemical Cationic Coagulant yang digunakan
berbeda-beda, sesuai dengan keadaan air yang berada di KPL. Jika pH air menurun
maka akan ditaburkan kapur tohor, jika air keruh maka akan di taburkan chemical
cationic coagulant untuk pengendapannya. pH air yang dibuang ke sungai sudah
pH 6.
Timbulnya air asam tambang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena memiliki
dampak negatif untuk masyarakat sekitar dan terhadap lingkungan, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu dilakukan pencegahan dan
pengelolaan air asam tambang dengan cara pengendapan dan penetralan air asam
tambang dengan menggunakan Kapur Tohor dan Chemical Cationic Coagulant.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pengelolaan air asam tambang
menggunakan metode aktif yang digunakan di PT LCL. Hasil dari penelitian ini
adalah mengetahui tahapan pengelolaan air asam tambang yang dimulai dari
pemompaan AAT, pemberian chemical cationic coagulant, pengukuran pH saluran
inlet, pengapuran saluran inlet, pengecekan warna dan pH air saluran outlet jika
diperlukan, serta pengendapan, dan selanjutnya kalau pH sudah sesuai dengan baku
mutu lingkungan air asam tambang bisa dialirkan ke badan air penerima Sungai
Penimur. Dosis kapur tohor dan Chemical Cationic Coagulant yang digunakan
berbeda-beda, sesuai dengan keadaan air yang berada di KPL. Jika pH air menurun
maka akan ditaburkan kapur tohor, jika air keruh maka akan di taburkan chemical
cationic coagulant untuk pengendapannya. pH air yang dibuang ke sungai sudah
pH 6.
Pembuat
Maresta Sari
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
