Dublin Core
Judul
EVALUASI POLA PENIMBUNAN BATUBARA DALAM UPAYA
PENCEGAHAN TERJADINYA SWABAKAR PADA AREA ROM
STOCKPILE PT DUTA BARA UTAMA, MUARA ENIM
PENCEGAHAN TERJADINYA SWABAKAR PADA AREA ROM
STOCKPILE PT DUTA BARA UTAMA, MUARA ENIM
Perihal
Pola Penimbunan, Swabakar Batubara, Penyebab Swabakar,
Pencegahan Swabakar.
Pencegahan Swabakar.
Deskripsi
ABSTRAK
Swabakar atau pembakaran spontan pada batubara merupakan salah satu permasalahan
serius di area stockpile yang dapat menyebabkan kerugian besar, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penimbunan
batubara di area ROM stockpile PT. Duta Bara Utama dalam upaya pencegahan terjadinya
swabakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan,
wawancara, serta pengukuran dimensi timbunan dan sudut lereng. Berdasarkan hasil
analisis, pola penimbunan yang diterapkan adalah pola windrow dengan metode layering,
namun terdapat beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan swabakar seperti: batubara
berkada rendah (low rank), sudut timbunan mulai dari 40°-50°, ukuran butir batubara tidak
seragam, serta sisi timbunan yang tidak mempertimbangkan arah mata angin. Upaya
pencegahan yang telah diterapkan meliputi sistem FIFO (First In First Out), menerapkan
standar timbunan maksimal 6 meter, pemadatan setiap lapisan timbunan, penyediaan
pengaliran air disekeliling ROM stockpile sistem, pengaturan waktu lamanya timbunan.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan timbunan batubara yang
aman dan efisien untuk mencegah terjadinya swabakar.
Swabakar atau pembakaran spontan pada batubara merupakan salah satu permasalahan
serius di area stockpile yang dapat menyebabkan kerugian besar, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penimbunan
batubara di area ROM stockpile PT. Duta Bara Utama dalam upaya pencegahan terjadinya
swabakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan,
wawancara, serta pengukuran dimensi timbunan dan sudut lereng. Berdasarkan hasil
analisis, pola penimbunan yang diterapkan adalah pola windrow dengan metode layering,
namun terdapat beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan swabakar seperti: batubara
berkada rendah (low rank), sudut timbunan mulai dari 40°-50°, ukuran butir batubara tidak
seragam, serta sisi timbunan yang tidak mempertimbangkan arah mata angin. Upaya
pencegahan yang telah diterapkan meliputi sistem FIFO (First In First Out), menerapkan
standar timbunan maksimal 6 meter, pemadatan setiap lapisan timbunan, penyediaan
pengaliran air disekeliling ROM stockpile sistem, pengaturan waktu lamanya timbunan.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan timbunan batubara yang
aman dan efisien untuk mencegah terjadinya swabakar.
Pembuat
Alfazry Desrinaldi
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
